"Gegeni" Usir Suhu Dingin
25 Juli 2017 06:06:58 WIB
bejiharjo-karangmojo.desa.id – Siklus musim kemarau beberapa pekan terakhir ini begitu dirasakan warga Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo. Perubahan suhu yang cenderung lebih dingin ini terasa menusuk hingga ke tulang. Sebenarnya ini merupakan fenomena tahunan yang sudah sering terjadi di Gunungkidul.
Kondisi ini terjadi dikarenakan Indonesia sedang memasuki puncak musim kemarau, diperkirakan kondisi ini akan terus berlangsung hingga bulan Agustus. Hal ini telah kita pelajari waktu duduk dibangku sekolah dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Dijelaskan bahwa Indonesia sedang mengalami angin Australia atau dalam pendidikan IPA dikenal dengan sebutan Angin Monsun Australia. Melihat kondisi perkiraan cuaca terkini melalui situs Accuweather, di Australia tengah memasuki musim dingin dengan suhu 9o Celcius. Dengan suhu tersebut, angin yang masuk ke Indonesia khususnya di pulau Jawa sebelah selatan seperti Gunungkidul sifatnya dingin dan kering.
Dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) prakiraan cuaca hari ini (25/07/2017) di Yogyakarta tercatat pada suhu 21-30o Celcius. Dengan suhu pagi yang dingin tentu kita membutuhkan sesuatu untuk menghangatkan tubuh.
“Gegeni” adalah salah satu cara untuk menghangatkan tubuh dalam kondisi seperti ini. Gegeni dapat dilakukan dengan mendekatkan diri pada tungku api pawon atau mengumpulkan dedaunan kering lalu dibakar di kebun.
Gegeni di kebun ini masih sering dilakukan warga di Desa Bejiharjo. Daun yang dikumpulkan adalah kebanyakan adalah daun jati kering karena di sekitar pekarangan rumah warga masih banyak dijumpai pohon jati yang di musim kemarau ini berguguran.
Memanfaatkan dedaunan tersebut sebagai sarana gegeni disamping membersihkan pekarangan rumah dari sampah dedaunan. Mengumpulkan dedaunan kering ini bisa dilakukan pada sore hari atau pagi hari sebelum dibakar.
Satu hal yang tak ketinggalan, di musim nggaplek (panen singkong) ini warga juga memasukkan singkong mentah ke dalam geni (api) dan ditunggu hingga matang. Aroma dan rasa khas singkong bakar begitu nikmat ditemani dengan kacang tanah mentah dan secangkir teh panas yang akan menambah hangatnya badan dan kehangatan bersama keluarga.
Kontributor : Sugeng Riyanto
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- LEMBARAN KALURAHAN BEJIHARJO NOMOR 1 TAHUN 2025 TENTANG LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN REALISASI ANGGARA
- LEMBARAN KALURAHAN BEJIHARJO NOMOR 7 TAHUN 2024 TENTANG APBKAL TAHUN 2025
- KPSPAM di Bejiharjo Akan Terima Program DAK Air Minum Ratusan Juta
- Cek Persiapan Lebaran, Bupati Gunungkidul Tinjau Perbaikan Jalan di Bejiharjo
- Pengumuman Hasil Penelitian Administrasi Calon Pamong Kalurahan
- Festival Anak Sholeh Bejiharjo ke-10: Cahaya Ramadhan Kembali Bersinar
- Resmi Ditutup, Empat Pemuda Akan Berkompetisi dalam Pemilihan Calon Pamong Kalurahan